• NGOMONG ITU GAK DOANG !!!

    Sebagian dari kita pastinya pernah mengikuti sebuah seminar atau pelatihan. Seperti halnya sebuah acara, pasti ada seorang pembicara, trainer, atau motivator. Pada saat pembicara menyampaikan topik pernahkah Anda "nyeletuk" (bilang dalam hati) "Ah Motivator mah ngomong doang"

    Terlepas apakah pembicara pada saat itu menyampaikan apa yang sudah ia lakukan atau memang cuma modal ngomong aja. Saya sangat tidak setuju kalau Anda bilang "meraka cuma ngomong doang". Mengapa?

    Karena ngomong itu memang gak doang!

    Ketika kalimat "motivator cuma ngomong doang" itu keluar dari mulut Anda kemungkinan itu bersumber dari mindset yang menyepelakan sebuah omongan atau kata-kata. "Percuma kalau cuma ngomong doang" begitu mungkin kalimat yang tertanam dalam otaknya. Padahal kata-kata itu punya kekuatan yang luar biasa.

    Untuk membuktikannya, coba jawab dengan jujur beberapa pertanyaan ini.

    1. Pernahkah hati Anda merasa senang ketika ada orang yang memuji?

    2. Jika Anda atau keluarga Anda mendapatkan hinaan dari orang lain, gimana perasaan Anda?

    3. Ketika ada orang yang meremehkan diri Anda, apakah hati Anda menjadi sebel dan tergerak ingin membuktikan kalau anggapan mereka itu salah?

    Ketiga pertanyaan diatas umumnya bersumber dari kata-kata atau kalimat (omongan). Tapi tidak selesai disitu, kata-kata bisa menjadi pemicu munculnya emosi sedih, senang dan emosi-emosi lainya. Bahkan tidak hanya menjadi pemicu emosi, kata-kata juga bisa menggerakan orang. Bergerak ke arah positif atau sebaliknya.

    Berarti memang ngomong itu gak doang!

    Kata-kata dalam omomongan kita punya kekuatan yang menggerakan, bukan hanya kumpulan suara yang punya arti tapi juga punya kekuatan. Untuk itulah ada peribahasa "Mulutmu Harimaumu"

    Mindset bahwa "ngomong itu gak doang" akan membuat kita lebih berhati-hati dalam berbicara. Entah yang sifatnya obrolan personal atau ketika mengisi sebuah acara. Kata-kata yang keluar dari mulut kita bisa membuat orang lain jadi semangat, tapi di sisi lain bisa juga membuat mereka putus asa. Tergantung bagaimana kita mengelola ucapannya.

    Kalau kembali pada konteksnya motivator atau trainer yang seringkali dianggap cuma "ngomong doang". Apakah memang untuk ngomong bisa semudah itu, tidak ada ilmunya, tidak perlu skill? Rasa-rasanya tidak, untuk bisa berbicara di depan banyak orang pasti ada ilmunya, pasti ada skill yang perlu di latih terlebih dahulu. Jadi gak ngomong doang!

    Saya tahu kalau memang ada beberapa trainer atau motivator yang menyampaikan topik tentang sukses tapi mereka sendiri belum sukses. Mungkin juga ada pembicara seminar yang menyampaikan tentang topik bisnis, tapi dirinya sendiri tidak punya bisnis, kecuali bisnis seminar itu. Intinya pembicara-pembicara yang enggak walk the talk.  Itu memang ada...

    Tapi saya tidak sedang membahas itu. Saya membahas tentang cara berpikir yang benar tentang ngomong. Sebab cara berpikir akan mempengaruhi bagaimana cara kita berperilaku. Orang yang menganggap remeh sebuah kata-kata, punya kemungkinan lebih besar untuk tidak menjaga kata-katanya saat berbicara di banding orang yang punya pemikiran sebaliknya.

    Jadi gimana, masih mau menyepelekan kata-kata?

      

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar