Kita sama-sama tahu kalau 2021 bukanlah tahun yang mudah, lebih baik dalam beberapa hal dari tahun sebelumnya, tapi juga lebih buruk di banyak hal dari tahun sebelumnya. Padahal kita hanya merayakan ulang tahun sekali saja dalam setahun. Tapi kejutanya kok berasa setiap bulan, udah kayak menstruasi.
Mulai dari Covid-19 yang masih standby sampai dengan erupsi Semeru. Saya kira "masa bakti" Covid-19 sudah selesai ternyata malah ada varian barunya. Kemudian yang paling menyebalkannya lagi adalah saya sempat terkena virus tersebut dan mau gak mau harus isolasi madiri selama hampir satu bulan. Kan menyebalkan ya.
Ada anak yang kehilangan orangtuanya, juga sebaliknya. Ada buruh yang kehilangan pekerjaannya, ada perusahaan yang kehilangan omzetnya. Sampai di titik ini saya bertanya, apakah masih ada harapan di tahun berikutnya atau akan sama saja?
Saya hampir putus asa dan enggan untuk membuat resolusi di tahu 2022. Sampai akhirnya saya teringatbahwa Allah SWT tidak menyukai hambanya yang mudah putus asa. Dalam salah satu firmannya, Allah SWT bilang "Sesungguhnya bersama kesulitan, pasti ada kemudahan" Allah bilang itu sampai dua kali.
Di awal kita sepakat kalau 2021 ini bukan tahun yang mudah, sulit rasanya. Semoga saja jika 2021 ini adalah tahun yang sulit atau Usri (sulitnya). Maka tahun 2022 adalah bagian Yusro atau bagian episode mudahnya.
Ayatnya gak selesai sampai disitu, masih ada lanjutannya. Supaya konsep bersama kesulitan ada kemudahan itu bener-bener work it dalam hidup kita. Apa itu?
فاذافرغت فنصب
"Maka apabila engkau telah selesai (dari satu urusan) tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)"
Mau bagaimanapun 2021 telah selesai, next step kita rencanakan kembali pencapaian apa yang ingin kita wujudkan atau mahakarya apa yang ingin kita buat di tahun berikutnya.
والى ربك فارغب
"Dan hanya kepada Rabbmulah engkau berharap"
Kalau udah berencana, langkah selanjutnya tinggal eksekusi semaksimal yang kita bisa. Urusan hasil kita serahkan aja sama yang mau mewujudkan semuanya. Jangan terlalu berharap pada manusia, berharaplah hanya pada Allah saja. Semoga Allah hadirkan orang-orang yang akan membantu kita mewujudkannya. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar