• Ketika Tuhan Mengujimu dengan Cinta


    Sejak putus dari cinta pertama dan berusaha menjauhi orang yang sudah deket cukup lama, akhirnya saya benar-benar menyadari bahwa saya sedang diuji. Kabar buruknya ujian itu tidak datang dari mana-mana melainkan dari perasaan yang saya ciptakan sendiri. Saya rasa ujian ini sengaja Tuhan kirim untuk mengetes seberapa kuat keimanan saya.

    Flashback dulu ya.

    Jadi ceritanya sejak putus dari cinta pertama saya mencoba mencari makna di balik ini semua. "Mengapa wanita dengan mudah minta putus gitu aja?" Begitu pertanyaan saya di kepala. Dengan laptop serbaguna yang saya gunakan ini saya coba mencari informasi tentang cinta dari berbagai sumber yang ada. Artikel, video, sampai ebook. Akhirnya ketemulah saya pada sebuah penggalan kalimat dari salah satu video Ustad keturunan Cina. Kurang lebih begini kalimatnya UDAH PUTUSIN AJA. Entah kenapa thumbnil video membuat saya tertarik untuk membukanya. Sampai akhirnya saya tonton ke playlist-playlist selanjutnya.

    Setelah menonton beberapa videonya akhirnya saya mencoba menyimpulkan dan menarik benang merah dari beberapa penyampian  ustad tersebut. Kesimpulan yang saya ambil adalah pacaran itu haram, karena bagian dari perbuatan yang mendekati zina. Walaupun memang tidak ada dalil yang spesifik menjelaskan bahwa pacaran itu haram. Tapi aktivitas-aktivitas dalam pacaran pada umumnya adalah aktivitas yang mendekati zina. Chatan, boncengan, makan bareng, jalan bareng, nonton bareng, bahkan ada juga yang tidur bareng. Naudzubillah

    Pada akhirnya kesimpulan yang saya ambil itu membentuk pola pikir baru yang cukup "radikal".  Sejak saat itu saya sudah gak mau lagi pacaran, karena pacaran itu haram. Saking semangatnya untuk menyampaikan dakwah itu, sampai-sampai semua akun media sosial saya terutama facebook isinya konten-konten yang melarang pacaran. Parah pokoknya kondisi saya saat itu, anti banget sama pacaran.

    Sampai kemudian saya masuk kuliah pada tahun 2016 dan pemikiran tentang haramnya pacaran masih ada tapi sudah mulai jarang share kontennya di media sosial. Saya berusaha menghargai beberapa temen baru saya yang kebanyakan masih jadi praktisi pacaran. Kalau boleh jujur di momen itu saya juga lumayan tergoda untuk kembali berpacaran. Maklum lah saya juga kan laki-laki normal kalau lihat yang cantik dikit suka, baik dikit baper, bawaanya pengen ngehalalin. Hehe

    Di dalam hati saya pokoknya kamu gak boleh pacaran Jut, pacaran itu haram, nanti kamu dosa, masuk neraka. Jangan pokoknya, di jaga hawa nafsunya.

    Semester pertama saya masih bisa menahanya, tapi mulai masuk semester kedua weleh-weleh  godaanya makin berat banget. Lagian ceweknya cantik, ditambah baik, pinter lagi dan yang paling bahaya sepertinya dia juga suka sama saya.

    Masya Allah harus gimana ini, bingung hamba.
    Pada momen inilah ujian cinta sesungguhnya baru di mulai...


    Penasaran bagaimana saya meyikapi ujian cinta ini?

    Tunggu episode selanjutnya.

    Selamat menunggu

    Terima kasih 

  • You might also like

    2 komentar:

    1. Paling bisa bikin penasaran.. Ditunggu kelanjutannya, kang.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya Teh
        Insya Allah besok cerita lanjutannya saya post.

        Terima kasih sudah berkenan membaca sampai selesai.

        Hapus