• Seni Mengelola Rasa


    Ini bukan hanya soal cara mengelola rasa, tapi bagaimana kita bertarung dengan semua kemelut yang ada. Wajar saja, rasa itu sudah terbangun sejak lama dan di rawat dengan baik sampai akhirnya saya sadar bahwa ia  tumbuh sebelum waktunya benar-benar tiba. Hal ini tidak berarti saya mencintai orang yang salah, hanya waktunya saja yang belum tepat, sebab saya belum siap. Kalau kata Fiersa Besari itu namanya "rasa yang tepat diwaktu yang salah" hmmm

    Jujur menulis tentang proses bangkit itu gak mudah. Berbeda dengan tulisan-tulisan sebelumnya, Makanya tulisan ketiga ini agak lambat tayangnya. What tayang? Film kali Jut. di publish maksudnya ya. Hehe

    rasa suka
    rasa duka
    rasa marah
    rasa sebel

    dan rasa-rasa yang lainya. Semuanya adalah bagian dari emosi yang terus berganti setiap hari bahkan setiap jam. Keberadaanya adalah sesuatu yang wajar, jadi jangan di tolak ya terima aja. Nah selanjutnya adalah bagaimana cara mengelolanya. Mengelola rasa suka agar gak bikin kita buta, rasa duka biar gak bikin kita putus asa, dan rasa marah agar bisa di salurkan dengan cara yang baik.

    Nah konteksnya dalam tulisan ini saya lebih ngebahas soal mengelola rasa suka terutama sama lawan jenis. Sebab banyak saya lihat temen-temen yang dibutakan oleh rasa itu. Lupa kalau interaksi antara laki-laki dan perempaun di agama kita itu ada aturannya. Saya juga termasuk korbannya dan pernah mengalami hal yang sama, makanya dalam tulisan ini saya mau.

    Coba saya tanya dulu deh kalau kamu suka sama seseorang biasanya ngapain?

    stalking
    tanya temen deketnya
    minta no wa nya
    pepetin orangnya
    cari tahu biografi hidupnya
    apa yang dia suka
    mantannya siapa aja
    hayo apalagi tulis di kolom komentar ya

    Kalau rasa suka kita abaikan dan turutin apa maunya, maka bisa saya jamin kita akan masuk lubang yang sama. Yaitu muncul rasa cinta sebelum waktunya. Oleh karena belum siap nikah akhirnya pacaran seolah menjadi solusi terbaiknya.

    Memangnya kapan rasa suka itu di katakan tepat?

    Kalau versi saya sih ketika kita berani bertanggug jawab secara halal dan legal terhadap orang yang kita sukai itu. Bagi saya kita baru boleh kepoin *dibaca taaruf orang yang kita suka ketika sudah siap menikah. Karena "Belum pernah terlihat ada obat yang lebih mujarab bagi dua orang yang jatuh cinta, selain menikah" (H.R. Ibnu Majah).

    Lalu bagaimana langkahnya supaya kita bisa ngelola rasa suka itu?

    Pertama, kenali kondisi kita saat ini udah siap nikah atau belum? Kalau sudah berarti rasa suka itu tinggal dilanjutkan dengan cara yang baik dan benar sesuai yang Nabi ajarkan. Taarufin dia melalui perantara yang kita percaya, kemudian khitbah kalau sudah yakin sama orangnya.

    Terus kalau ternyata kitanya belum siap gimana?

    Lanjut langkah kedua, kalau belum siap berarti kita harus mengelolanya. Nah caranya itu bisa di lihat dari beberapa sudut pandang sesuai dengan komponen manusia yaitu secara intelektual, emosional, dan spiritual.

    Secara intelektual kita bisa dapatkan melalui tulisan singkat ini atau tambahan 

    Kemudian secara emosional kita bisa mencegahnya dengan cara stop kepoin dia, karena biasanya kalau udah suka dorongan untuk cari tahu itu selalu ada. Nah ketika dorongan kepo itu mulai hadir kamu stop. Bisa dengan cara di alihkan atau membuat diri lebih produktif dengan kegiatan-kegiatan positif. Kalau saya biasanya mengalihkan ke olahraga seperti futsal dan joging. Kadang juga menyibukan diri dengan  bikin atau ikut kegiatan-kegiatan yang bermanfaat buat pengembangan diri saya.

    Terakhir secara spiritual kamu bisa melakukan puasa, kalau gak salah ini ada haditsnya. Manfaat puasa ini juga bisa bermanfaat bagi tahapan kedua tadi agar kita bisa mengelola nafsu lebih  baik lagi. Tambahanya selain bisa mengelola nafsu, lebih deket sama Allah dan  bisa lebih meghemat uang jajan juga. Hehe *pengalaman. Dan tentu senjatanya orang mukmin yaitu berdoa. Minta sama Allah untuk di bimbing dan di temani dalam proses mengelola rasa. Allah lah dzat yang maha membolak-balikan hati.

    Terakhir banget, dan ini yang lumayan sulit yaitu istiqomah dalam melakukannya. Sebab tidak bisa di pungkiri ketika kita sedang berusaha untu mengelola rasa suka itu ada aja ujianya. Kayak ceweknya ngasih kode duluan, sering perhatian, atau di kenalkan dengan permpuan-perempuan yang cantik dan menarik. Banyak deh pokoknya. Siap-siap aja.

    Semoga kita semua Allah kuatkan dalam mengelola rasa cinta yang hadir sebelum waktunya.
    Aamiin

  • You might also like

    2 komentar:

    1. mohon maaf suhu, mumpung momennya lagi pas, anak baru balig mau nanya; berarti si "rasanya" itu biar tetep aman disimpen aja dulu atau diilangin dulu?

      BalasHapus
      Balasan
      1. Siap Senior. Hehe
        Terima kasih untuk pertanyaanya.
        Karena spesial, saya coba jawab dengan tulisan di postingan selanjutnya ya
        https://muhamadjutana.blogspot.com/2020/11/rasa-suka-biarin-atau-ungkapin.html

        Hapus