• Fokuslah pada Sistem Bukan pada Sasaran [Review Buku Atomic Habits]



    Kenapa Saya Tertarik Pada Buku Atomic Habits

    Awal mula saya tertarik dengan buku Atomic Habits adalah diakhir tahun 2021 ketika mencari referensi untuk membuat konten tentang resolusi. Salah satu video yang saya tonton di youtube menjelaskan tentang cara mewujudkan resolusi yang mengambil sumber dari buku ini. Dalam video tersebut disampaikan bahwa buku ini punya sudut pandang yang berbeda tentang mewujudkan sebuah resolusi atau tujuan apapun.

    Jika selama ini ketika kita membuat resolusi umumnya berfokus pada sasaran yang ingin di capai di tahun ini. Misal menurunkan berat badan, menaikan omzet perusahaan, atau wisuda. Tapi tidak dengan yang ditawarkan oleh buku ini. James Clear penulis buku Atomic Habits menyampaikan bahwa fokus terhadapa sasaran bukanlah cara yang efektif untuk mendapatkan apa yang ingin kita raih. Sasaran hanya beguna untuk menentukan arah tapi membangun sistem adalah cara terbaik untuk mendapatkan kemajuan.

    Menurut James ada beberapa masalah ketika kita terlalu fokus memikirkan sasaran tapi lupa merancang sistem;

    Masalah 1: Pemenang dan pecundang memiliki sasaran yang sama

    Masalah 2: Meraih sasaran hanya perubahan sesaat

    Masalah 3: Sasaran membatasi kebahagiaan Anda

    Masalah 4: Sasaran tidak bersesuaian dengan perubahan jangka panjang

    Bila kita merasa sulit merubah kebiasaan atau mencapai sebuah tujuan, masalahnya bukan terletak pada diri kita. Masalahnya ada pada sistem yang kita rancang untuk melakukan perubahan atau mencapai tujuan tersebut. James berulang kali menegaskan berfokuslah pada sistem secara keseluruhan bukan sasaran tunggal.

    Jadi fokusnya bukan pada menaikan omzet, atau fokus pada wisuda. Melainkan fokus pada sistem yang akan memungkinkan kita mewujudkannya.  Dalam konteksnya omset, fokuslah pada membangun kebiasaan menawarkan barang/jasa setiap hari kepada minimal 10 orang baru atau bahkan lebih. Dalam hal wisuda fokuslah pada membangun kebiasaan membaca dan menulis setiap harinya. Hal itu akan lebih memungkinkan Anda untuk segera menyelesaikan tugas akhir dan sebagai konsekuensinya Anda bisa segera wisuda.

    Keunggulan jika kita fokus pada sistem adalah, kebiasaan baik yang sudah terbangun akan lebih bertahan dalam jangka panjang. Kebiasaan membaca dan menulis yang awalnya untuk melancarkan proses penulisan tugas akhir bisa terus berlanjut menjadi kebiasaan dan akhirnya membentuk identitas Anda sebagai penulis.

    Bagaimana Kebiasaan Membentuk Identitas Anda dan Sebaliknya

    Banyak orang memulai proses pengubahan kebiasaan dengan berfokus pada apa yang ingin mereka raih. Ini mengantar kita pada kebiasaan berbasis hasil atau Outcame base habits. Alternatifnya adalah membangun kebiasaan berbasis identitas atau Identity base habits. Dengan pendekatan ini, kita mulai dengan berfokus pada kita ingin menjadi sosok seperti apa.

    Sebagai contoh bayangkan ada dua orang yang sedang berusaha berhenti merokok. Ketika ditawari rokok, orang pertama menjawab, “Tidak, terima kasih. Saya berusaha berhenti.” Kedengarannya seperti jawaban yang masuk akal, padahal orang ini masih percaya bahwa dia adalah perokok yang sedang berusaha melakukan hal lain. Dia berharap perilakunya berubah sembari membawa keyakinan yang sama.

    Orang kedua menolak merokok dengan berkata, “Tidak, terima kasih. Saya bukan perokok.” Itu perbedaan kecil, tapi pernyataan ini mengisyaratkan perubahan identitas. Merokok adalah bagian dalam kehidupan lama, bukan kehidupan saat ini. Dia tak lagi mengidentifikasi diri sebagai orang yang merokok.

    James menambahkan bahwa perubahan perilaku yang sejati adalah perubahan identitas. Mungkin Anda memulai suatu kebiasaan karena motivasi, tapi satu-satunya penyebab yang membuat Anda bertahan adalah karena kebiasaan itu merupakan bagian dari identitas Anda. Dengan cara ini, proses membangun kebiasaan susungguhnya sama dengan proses menjadi diri sendiri.

     

    Empat Kaidah Perubahan Perilaku

    Cara membangun kebiasaan baik atau menghilangkan kebiasaan buruk

    Empat kaidah perubahan perilaku adalah seperangkat aturan sederhana yang dapat digunakan untuk membangun kebiasaan-kebiasaan lebih baik. Hal itu (1) menjadikannya terlihat, (2) menjadikannya menarik, (3) menjadikannya mudah, (4) menjadikannya memuaskan.

    1.      Kaidah Pertama: Menjadikannya Terlihat

    Proses perubahan perilaku selalu dimulai dengan kesadaran. Anda perlu menyadari kebiasaan-kebiasaan Anda sebelum dapat mengubahnya. Menjadikan terlihat berarti juga menjadikannya jelas, sebab banyak orang berpikir mereka kurang termotivasi, padahal sesungguhnya mereka kurang jelas.

    Rumus:

    Aku akan (KATA KERJA) pada (WAKTU) di (LOKASI).

    Contoh:

    Membaca: Saya akan membaca buku pada malam hari sebelum tidur di kamar

    Pernikahan: Saya akan menyajikan secangkir teh untuk suami pada pukul 7 pagi di dapur.

     

    2.      Kaidah Kedua: Menjadikannya Menarik

    Salah satu cara agar kebiasaan yang ingn kita bangun menjadi menarik adalah menggunakan paket godaan. Paket godaan adalah satu cara untuk menciptakan versi kebiasaan yang dilebihkan dengan menghubungkannya dengan sesuatu yang sudah Anda inginkan. Tidaklah mudah merekayasa kebiasan yang betul-betul tidak dapat ditolak, tapi strategi sederhana ini dapat dipakai untuk menjadikan kebiasan apapun lebih menarik daripada yang seharusnya. Sebab makin menarik suatu kesempatan, makin besar peluangnya untuk menjadi kebiasaan.

    Rumus:

    1. Setelah (KEBIASAAN SEKARANG), Saya akan (KEBIASAAN YANG SAYA BUTUHKAN).

    2.  Setelah (KEBIASAAN YANG SAYA BUTUHKAN), Saya akan (KEBIASAAN YANG SAYA INGINKAN)

    Contoh:

    Bila ingin memeriksa Instagram tapi Anda perlu membaca buku:

    1.   Setelah selesai sarapan pagi, saya akan membaca buku (kebutuhan)

    2.  Sesudah membaca buku, saya akan memeriksa Instagram (keinginan)

    3. Kaidah Ketiga: Menjadikannya Mudah

    Membentuk kebiasaan adalah proses ketika suatu perilaku lambat laun menjadi lebih otomatis melalui perulangan. Makin sering Anda mengulang suatu kegiatan, makin banyak struktur otak anda berubah menjadi lebih efisien dalam kegiatan itu. Salah satu cara agar kebiasaan yang ingin Anda bangun menjadi lebih mudah adalah dengan cara menyiapkan lingkungan atau tempat terbaik untuk melakukan kebiasaan tersebut.

    Misalnya, ketika Anda ingin membangun kebiasaan membaca buku sebelum tidur, maka letakaknlah buku di samping tempat tidur Anda, atau tempat lain yang lebih mudah di jangkau. Cara sederhana ini bisa membuat kebiasan baik berada pada lintasan dan hambatan yang paling sedikit. Sehingga lebih mudah untuk dilakukan.

    4.      Kaidah Keempat: Menjadikannnya Memuaskan

    Jika ketiga kaidah diawal memperbesar peluang perilaku akan dilakukan saat ini. Kaidah keempat perubahan perilaku bertujuan meningkatkan peluang perilaku diulang di masa mendatang. Aturan tertinggi perubahan perilaku adalah: yang mendapat ganjaran langsung cenderung diulang. Yang mengasilkan hukuman langsung cenderung dihindari.

    Agar kebiasaan melekat, Anda perlu merasakan kesuksesan langsung, bahkan meskipun kesuksesan itu kecil. Cara yang di tawarkan James untuk menjadikan sebuah kebiasaan itu memuaskan adalah dengan memantaunya. Format yang paling dasar adalah menyediakan kalender dan menyilang tanggal setiap kali Anda mempertahankan rutinitas. Sebagai contoh jika Anda bermeditasi pada Senin, rabu, dan Jumat, tiap tanggal di hari-hari tersebut itu mendapat tanda silang.

    Keempat kaidah ini berlaku juga sebaliknya. Ketika Anda ingin membangun kebiasaan baik atau menghilangkan kebiasaan buruk. Untuk menghilangkan kebiasaan buruk, Anda hanya tinggal membuat kebalikan dari keempat kaidah tersebut. Kaidah pertama menjadikannya tidak terlihat, kedua menjadikannya tidak menarik ketiga, menjadikannya sulit, dan keempat menajdikannya mengecewakan.


    BONUS-BONUS

    Bonus ini sebenarnya masih menjadi pembahsan dari buku Atomics Habits. Sengaja saya tulis di bagian akhir, agar hanya orang yang benar-benar tertarik yang akan mendapatkan bonusnya. Bonusnya mengenai Aturan Dua Menit yang akan berguna bagi Anda yang suka menunda-nunda atau yang seringkali tidak mengerjakan sesuatu yang sudah direncakan sebelumnya. Pernahkah Anda hanya berniat menengok ponsel “Sebentar saja” tapi ternyata Anda menghabiskan waktu 60 menit sebelum mematikannya. Hal ini juga berlaku bagi kebiasaan-kebiasaan yang baik yang akan membuat Anda lebih produktif.

    Aturan dua menit menyatakan “Ketika Anda memulai kebiasaan baru, kebiasaan itu harus dapat dilakukan dalam waktu kurang dari dua menit.”

    Anda akan mendapati bahwa hampir setiap kebiasaan dapat diubah menjadi versi dua menit:

    -          “Membaca sebelum tidur tiap malam” menjadi “Membaca satu halaman”

    -          “Belajar untuk kuliah besok” menjadi “Membuka buku catatan”

    -          “Lari tiga kilometer” menjadi “Memakai sepatu lari”

        Gagasannya adalah membuat kebiasaan Anda dimulai semudah mungkin. Aksi-aksi berikutnya mungkin menyulitkan, tapi dua menit pertamanya haruslah mudah. Yang Anda inginkan adalah “kebiasaan pembuka”, yang secara alami mengantar Anda ke jalur yang lebih produktif.

    Untuk memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh saya menyarankan Anda untuk membaca buku ini secara langsung. Isinya mudah dipahami dan sangat relate dengan kehidupan sehari-hari. Meskipun contoh cerita dalam buku ini mengambil dari budaya orang-orang luar tapi secara keseluruhan contoh dan analoginya mudah untuk di mengerti.


    Terakhir saya ingin berterima kasih kepada orang-orang yang telah menghadiahkan buku ini kepada saya di hari ulang tahun saya. Sungguh kado yang sangat istimewa dan banyak merubah sudut pandang saya tentang kebiasaan, tujuan, dan kehidupan.


    Terima kasih :)



  • You might also like

    4 komentar:

    1. Terima kasih sudah menulis ini. Gara-gara review buku atomic habits ini jadi ingin segera cekout syopii. Wk

      BalasHapus