• Bentuk Cinta Itu Ya Kamu

    Pernahkah kau bertanya seperti apa bentuk air tanpa wadah? Pernahkah kau mengira seperti apa bentuk cinta?


    Rambut warna-warni, bagai gulali

    Imut lucu walau tak terlalu tinggi

    Pipi cabi dan kulit putih

    Senyum manis gigi kelinci


    Membuatku tersadar bentuk cinta itu ya kamu!


    Lirik lagu berjudul "Bentuk Cinta" dari Eclat Story ini mengingatkan saya bahwa tiap orang memiliki bentuk cinta yang berbeda-beda. Pertanyaannya, seperti apa bentuk cinta yang saya inginkan? Mari kita cari tahu, mumpung momennya lagi pas.


    Mengapa saya bilang momennya lagi pas, karena kondisinya sekarang saya memang lagi mencari pasangan hidup.


    Sebenarnya saya sudah merencanakan untuk menikah sejak awal tahun 2021, namun sampai akhir tahun "lampu hijau" dari Ibu tak kunjung menyala. Alhasil saya menunda proses pencariannya sampai Ibu bilang "Aku Sih Yes"


    Daaan di awal tahun 2022 qodarullah lampu hijau itu akhirnya menyala. YES. Pencarian pun dimulai. 


    Mungkin sedikit berbeda dengan pencarian pasangan hidup pada umumnya. Saya tidak memulai pencarian ini dengan pertanyaan:


    1. Siapa wanita yang saya cintai? Atau

    2. Wanita mana yang mencintai saya?


    FYI, Saya memang sudah cukup lama tidak melekatkan hati kepada wanita manapun. Jadi jika saya mulai mencari pasangan dengan dua pertanyaan diatas, jelas cukup sulit.


    Untuk itulah dalam proses pencarian ini, hal pertama yang saya tanyakan sama diri sendiri adalah "Kriteria seperti apa yang saya butuhkan/inginkan?" Dalam hal ini saya memaknai kriteria serupa dengan "Bentuk Cinta"


    Oke, jadi pasangan seperti apa yang saya inginkan?


    Jawaban dari pertanyaan ini akan sangat beragam, tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Pertama dari sudut pandang agama, kedua dari sudut pandang orangtua, dan ketiga dari sudut pandang saya sendiri. Nah gabungan dari ketiga sudut pandang itu yang kemudian menjadi kriteria pasangan yang saya inginkan. 


    Apa aja itu?


    Mari kita breakdown satu persatu.

    Pertama dari sudut pandang agama. Ada sebuah hadits yang menjadi panduan bagi seorang laki-laki dalam memilih pasangan.


    "Wanita itu dinikahi karena 4 hal: Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Maka perhatikanlah agamanya, niscaya kamu akan selamat." (HR. Bukhori Muslim)


    Bersyukurlah kalau kita menemukan wanita yang sempurna di keempat poinnya. Kalaupun tidak, karen pasti akan sulit mencarinya, dan kalaupun ada belum tentu dia mau sama Anda. Wkwk


    Saya pribadi punya standar terhadap empat poin diatas. Soal harta bagi saya dia gak perlu kaya, tapi mandiri, dan bisa mengelola uang dengan baik. Itu cukup Perihal nasab, bagi saya gak perlu keturunan ningrat atau pejabat, cukup dari keluarga baik-baik dan tentunya terdidik.


    Kemudian soal wajah mungkin agak beda dikit, enggak tahu kenapa saya mau nikah sama yang cantik. Minimal cantik menurut versi saya. Biar gak malu kalau diajak mudik atau sekedar pergi kondangan. Boleh dong. Hehe


    Nah, terakhir soal agama ini yg paling penting yaitu soal ibadah sama akhlaknya. Sederhananya Hablumminallah sama Habluminannas nya seimbang gitu.


    Itu dari sudut pandang agama, selanjutnya dari sudut pandang orangtua. Ini lebih simple gak muluk-muluk, beliau cuma ngasih dua kriteria utama yaitu perempuan yang mau diajak berjuang bareng dan secara wilayah maksimal di provinsi Banten. Udah itu aja.


    Kebetulan saya juga gak ada niatan buat nyari jodoh keluar pulau atau keluar negeri. Jadi ya cocok. Kalau kata iklan "Cintailah Produk-Produk Dalam Negeri"


    Terakhir dari sudut pandang saya pribadi terkait kriteria pasangan itu inginnya yang nyambung kalau diajak ngobrol, nyaman kalau diajak jalan. Sama punya jiwa pembelajar yang tinggi dan suka bercanda atau mudah untuk berbahagia.


    Walaupun terkesan banyak banget kriteria, tapi sebenarnya kalau di kerucutkan hanya ada tiga saja. Dari sudut pandang agama, orangtua, dan saya. Tentu tidak mesti sama dengan saya, Anda punya kebebasan sendiri untuk menentukan seperti apa “bentuk cinta” yang Anda inginkan.


    Pesan saya;

    Sebelum mencari siapanya, sebaiknya Anda sudah tahu “bentuk cinta” seperti apa yang Anda cari. Dengan begitu perjalanannya akan lebih mudah. Insha Allah


  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar